FCC Opens New Airwaves to the Public

Regulators, siding with techs like Google and Microsoft, rule that “white space” freed up by digital TV is best used for high-speed wireless hot spots

While the country was picking its next President on Nov. 4, the Federal Communications Commission federal communications commission was making its own momentous decision. The country’s top communications regulator unanimously voted to free up the biggest ever swath of airwaves to be used by the public for cheap high-speed wireless Internet access.

The vote came after more than six years of public scrutiny and decides the fate of airwaves that will be made available when television broadcasts switch over to digital signals from analog in February. A broad coalition of opponents, including lawmakers, musicians, and broadcasters, argued that free public use of the airwaves would interfere with TV broadcasts and wireless microphones. “I don’t think I’ve ever seen anything like this [amount of pressure] from broadcasters before,” says Steve Sharkey, senior director of regulatory and spectrum policy at Motorola (MOT), one of the companies that welcomed the FCC’s decision.
Continue reading

Standarisasi Untuk Mendukung Kepastian Dan Efisiensi Transaksi

Guna meningkatkan kompetensi asesor/ auditor dalam mata rantai penilaian kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan seminar internasional asesor/ auditor. Sasarannya adalah untuk meningkatkan nilai (value) kegiatan audit sehingga dapat memperbaiki manajemen industri yang berdampak kepada meningkatnya efektivitas dan meningkatkan daya saing di dalam persaingan, membantu perusahaan dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan guna keberlangsungan bisnis dan konsolidasi corporate governance. Hal ini penting dilakukan dilakukan mengingat peran asesor/auditor yang berpegang pada prinsip dan kode etik auditor seperti profesionalisme, impartial dan berdasarkan fakta maka auditor harus menyampaikan laporan yang benar, fair dan dapat dipertangungjawabkan.

Continue reading

Krisis Ketersediaan Alamat Protokol Internet versi 4 (IPv4)

IP Address merupakan salah satu sumberdaya Internet yang terbatas jumlahnya dan menjadi satu-satunya sistem pengalamatan jaringan Internet. Sistem pengalamatan ini memungkinkan komunikasi antar jaringan di dalam Internet. Sejak 1983, sistem pengalamatan yang digunakan adalah IPv4 dengan jumlah sekitar 4 milyar. IANA sebagai lembaga pengelola alamat IP, menyatakan ketersediaan alamat IP telah semakin terbatas, tinggal 700 juta alamat IP (46 kali /8). Jumlah ini sangat kritis untuk dialokasikan mengingat pertumbuhan Internet saat ini di seluruh dunia sangat cepat. Perkembangan teknologi telekomunikasi di masa depan seluruhnya akan berbasis IP sehingga membutuhkan jumlah alamat yang sangat besar. Jauh lebih banyak, berkali lipat dari ketersediaan IPv4 saat ini.

Analis senior APNIC Mr. Geoff Houston melakukan proyeksi matematis model konsumsi IP. Proyeksi tersebut menunjukkan alokasi IPv4 di tingkat IANA akan habis pada tahun 2010 dan akan disusul penyerapan pada tingkat regional pada tahun 2011. Sedangkan pada tingkat pengguna (lokal) akan habis maksimal pada tahun 2012. Model konsumsi IP hasil proyeksi Mr. Geoff Housten menunjukkan adanya percepatan penggunaan IPv4 yang sebelumnya pada tahun 2006 diperkirakan baru akan habis pada tahun 2014.

Proyeksi kebutuhan alamat IPv4 di Indonesia sampai tahun 2012 akan mencapai tingkat pertumbuhan sejalan dengan jumlah pengguna Internet yaitu mencapai 80 juta. Namun pada kenyataannya penyerapan dan pemanfaatan alokasi alamat IP masih sangat terbatas. Pada awal tahun 2008 dengan tingkat pengguna Internet akan mencapai hampir 30 juta orang, distribusi IPv4 baru mencapai jumlah 500 ribuan (setara /13). Kondisi ini sangat tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan infrastruktur, pengguna dan aplikasi Internet Indonesia.

Continue reading

AT&T to buy Wi-Fi partner Wayport

The recession is starting to hit telecom vendors, but so far it hasn’t put a crimp in the major telcos M&A efforts. With Verizon set to close on Alltel, AT&T has announced its plan to buy Wayport, a U.S. Wi-Fi provider, for US$275 in cash (see: Wi-Fi hits the hot spot).

Already an AT&T Wi-Fi partner, Wayport brings its national network of Wi-Fi hotspot connectivity and enterprise portfolio to the table, and a footprint consisting of high-end business access points in locations such as select Wyndham, Marriot Vacation Club and Four Seasons hotels; HealthSouth and Sun Healthcare locations, as well as the McDonald’s restaurant chain.

If the deal goes through, AT&T’s domestic Wi-Fi footprint would jump to almost 20,000 hotspots, and a total of 80,000 locations worldwide. AT&T expects its premier global brand, market presence and well-heeled enterprise sales team will be the perfect match with Wayport’s core competence in enabling and managing applications over an integrated network, and will bring in Wi-Fi customers in major verticals where AT&T does not currently have a major presence, such as the hospitality, health care, education and retail sectors.
Continue reading

NTT DOCOMO to release 22 new handsets

NTT DOCOMO announced later this month it is going to launch 22 mobile handsets in four new series: Style, Prime, Smart and Pro.

Currently, DOCOMO serves over 53 million customers, including 46 million people subscribing to FOMA, one of the first WCDMA-based 3G mobile services previously launched in 2001. The company also offers a wide variety of mobile multimedia services, including i-mode, the popular mobile e-mail/Internet service, used by 48 million people.

By shifting from its existing lineup of mainly 90xi and 70xi series handsets (currently the 906i and 706i), DOCOMO expects its latest handset series to exceed the expectations of customers at a time when the mobile phone market has become highly matured and user needs have greatly diversified.

docomo STYLE series: Designed like accessories and offered in a wide range of fashionable designs and colours, these phones are for individuals who want to project the latest ‘look’.

docomo PRIME series:As a multimedia-centric phone, the docomo PRIME series is designed specifically for those users that want to access video, games and other forms of entertainment.

docomo SMART series:Sophisticated phones for busy people who need productivity and require to enhance the management of their professional and private lives.

docomo PRO Series:As the most advanced mobile phone in the series, docomo PRO, which includes both the Blackberry Bold and Nokia’s E71, is designed for customers that want cutting-edge digital tools and the latest mobile technology.

The reorganization of the handset line-up to offer more choices reflects the strengthened customer-oriented approach in all facets of DOCOMO’s business since April this year when the company introduced new branding and the new DOCOMO Commitments proclamation to emphasize its dedication to full customer satisfaction.

Pemberitahuan Penghentian Penggunaan Frekuensi Radio 438-470 MHz Untuk Radio Konsesi

Ditjen Postel pada tanggal 7 Januari 2008 melalui surat yang ditanda-tangani oleh Direktur Frekuensi Radio Tulus Rahardjo telah mengirimkan surat No. 18/T/DJPT.4/KOMINFO/1/2008 kepada 70 perusahaan (yang datanya tersebut di bawah ini) yang selama ini terdaftar resmi sebagai pemegang izin penggunaan frekuensi radio 438 – 470 MHz. Surat tersebut pada intinya menyebutkan, bahwa berdasarkan surat Dirjen Postel No. 1920/DJPT.4/KOMINFO/11/2005 tertanggal 21 November 2005 perihal pemberitahuan penyesuaian peruntukan pita alokasi frekuensi radio 438-470 MHz, maka penggunaan frekuensi radio untuk keperluan umum radio konsesi pada pita frekuensi tersebut hanya berlaku sampai dengan akhir tahun 2007. Oleh karenanya, pada awal Januari 2008 ini Ditjen Postel tidak akan menerbitkan perpanjangan ISR baru pada pita frekuensi radio tersebut. Dengan demikian, seandainya sudah habis jatuh tempo berlakunya izin tersebut, maka tidak dimungkinkan lagi adanya perpanjangan.

Continue reading

Regulasi Standarisasi Telekomunikasi

Keputusan Dirjen Postel

tentang petunjuk pelaksanaan sertifikasi dan penandaan alat dan atau perangkat telekomunikasi

tentang pedoman item uji alat perangkat komunikasi radio

persyaratan teknis standar router

persyaratanteknis alat dan perangkat televisi siaran sistem analog

persyaratan teknis terminal cdma

persyaratan teknis sistem telekomunikasi bergerak sellular berbasis cdma

persyaratan teknis sentral perangkat jaringan wcdma core network

persyaratan teknis perangkat videophone pstn

persyaratan teknis perangkat telepon tanpa kabel umum

persyaratan teknis perangkat sentral telepon digital kapasitas 5000 sst

persyaratan teknis perangkat radio siaran

persyaratan teknis perangkat radio komunikasi ssb dan vhf serta uhf

persyaratan teknis perangkat amatir radio

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat untuk rectifier

penetapan persyaratan teknis perangkat pabx dan stlo isdn

penetapan persyatan teknis alat dan perangkat digital loop carrier

penetapan persyatan teknis alat dan perangkat digital loop carrier1

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat telepon selular amps

pengelompokan alat dan perangkat telekomunikasi

persyaratan teknis alat dan perangkat adsl

persyaratan teknis alat dan perangkat BWA pada frekuensi 10ghz

persyaratan teknis alat dan perangkat GSM 900MHz dan DCS1800MHz

persyaratan teknis alat dan perangkat internet telepon untuk keperluan publik

persyaratan teknis alat dan perangkat pencatat data pembicaraan telepon

persyaratan teknis alat dan perangkat microwave link

persyaratan teknis base station radio digital enhanced cordless telecommunication dect

persyaratan teknis bluetooth

persyaratan teknis perangkat amatir radio1

pedoman teknis pengetesan hasil pemasangan instalasi kabel rumah ikr

penetapan persyaratan alat dan perangkat untuk telepon selular GSM

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat PABX serta STLO analog

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat pesawat telepon analog

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi untuk pesawat kts

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat untuk jarlokar cdma is 95

Peraturan Dirjen Postel

persyaratan teknis alat dan perangkat cpe UMTS TDD

persyaratan teknis alat dan perangkat dengan daya pancar dibawah 10mw

persyaratan teknis alat dan perangkat digital terrestrial Lband transmitter untuk MMDS

persyaratan teknis alat dan perangkat jaringan radio berbasis UMTS-TDD

persyaratan teknis alat dan perangkat radio maritim

persyaratan teknis alat dan perangkat set top box satelit digital

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi active digital distribution frame atau active ddf

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi IVR pendukung penyelenggara jasa nilai tambah teleponi

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi multiplex SDH

persyaratan teknis alat dan perangkat untuk interface analog perangkat pelanggan terhubung ke PSTN

petunjuk teknis penetapan balai uji dalam negeri

petunjuk teknis pengakuan balai uji negara asing dilingkup asean

regulasi standardisasi kepdirjen subscriber BWA