Standarisasi Untuk Mendukung Kepastian Dan Efisiensi Transaksi

Guna meningkatkan kompetensi asesor/ auditor dalam mata rantai penilaian kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan seminar internasional asesor/ auditor. Sasarannya adalah untuk meningkatkan nilai (value) kegiatan audit sehingga dapat memperbaiki manajemen industri yang berdampak kepada meningkatnya efektivitas dan meningkatkan daya saing di dalam persaingan, membantu perusahaan dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan guna keberlangsungan bisnis dan konsolidasi corporate governance. Hal ini penting dilakukan dilakukan mengingat peran asesor/auditor yang berpegang pada prinsip dan kode etik auditor seperti profesionalisme, impartial dan berdasarkan fakta maka auditor harus menyampaikan laporan yang benar, fair dan dapat dipertangungjawabkan.

Acara yang awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pemberian sambutan yang diawali oleh Ketua Penyelenggara, Dra. Zakiyah, MM, sebagai laporan pelaksanaan kegiatan ini, selanjutnya oleh Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi dan sambutan Menteri Perindustrian yang dibacakan oleh Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Industri Departemen Perindustrian sekaligus membuka dengan resmi Konferensi Internasional Asesor / Auditor.

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian, dibacakan oleh Kepala BPPI, Dr. Ir. Dedi Mulyadi, M. Si, menyampaikan bahwa pada era perdagangan global dewasa ini, barang-barang semakin leluasa mengalir memasuki batas-batas Negara, maka peran standar untuk mendukung kepastian dan efisiensi transaksi serta untuk menjamin persaingan yang sehat menjadi semakin penting. Untuk mendukung penerapan standar dan regulasi teknis dibutuhkan kegiatan penilaian kesesuaian (conformity assessment), yang meliputi pengujian, inspeksi dan sertifikasi, yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan bukti obyektif bahwa suatu barang memenuhi standar atau spesifikasi yang diacu.

Sertifikasi merupakan elemen utama dalam membangun kepercayaan pasar. Dalam kegiatan sertifikasi diperlukan asesor/auditor yang kompeten sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem penilaian kesesuaian. Asesor/auditor harus memiliki pengetahuan dan kecakapan yang diperlukan berkaitan dengan sertifikasi, seperti persyaratan standar produk, sistem manajemen mutu yang diterapkan dan regulasi teknis yang relevan, demikian sambutan Menteri Perindustrian.

Acara yang dihadiri lebih dari 400 orang peserta dari seluruh Indonesia menampilkan pembicara yang merupakan para pakar akreditasi dan penilaian kesesuaian dalam dan luar negeri . Antara lain Mr. Gidhar Qyani dari NABCB – India akan berbicara Credibility of conformity asssessment for giving global solution, Mr. Ekanot Romyanon – Pacific Aaccreditation Copperation akan mengemukakan topik The valuable benefit of MLA facilitade trade, dan Mr. Alex Ezrakovich – ISO TC 176 akan berbicara the Role of auditing to support business Continuity dan beberapa pakar lainnya yang berlangsung dari tanggal 5 s.d 6 November 2008 di Jakarta.

Dalam kesempatan ini pula dilakukan penandatanganan MoU antara Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Departemen Pertanian terkait dengan sertifikasi pangan organik antara Dr. Sunarya, Sekjen KAN dengan Dr. I Nyoman Oka Trijaya, Direktur Standardisasi Departemen Pertanian yang disaksikan oleh Dr. Bambang Setiadi, Kepala BSN merangkap Ketua KAN. Kepala BPPI Departemen Perindustrian dan Peserta Konferensi

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s