Quality Assurance in Telkom Risti

pengujian perangkat

Resume Of Quality Assurance in Telkom Risti

Quality assurance, or QA for short, is the activity of providing evidence needed to establish quality in work, and that activities that require good quality are being performed effectively. All those planned or systematic actions necessary to provide enough confidence that a product or service will satisfy the given requirements for quality.

Quality assurance covers all activities from design, development, production, installation, servicing, documentation, verification and validation. This introduced the rules: “fit for purpose” It includes the regulation of the quality of raw materials, assemblies, products and components.

The purpose of Quality Assurance inTelkom Risti is to check every telecommunication devices that are going to be used by PT Telkom, or companies that need QA Certification for the telecommunication devices they use

QA (Quality Assurance) Policy in Telkom Risti

Qualification of Quality Assurance Policy
Application form is completed with:

  • Quality system implementation and send the quality manual to R&D Center
  • SIUP (Trading License) from Trade and Industry Department
  • Copy of NPWP
  • Reference/Supporting letter from principle and obtain legal authorized by Republic of Indonesia representative country
  • Copy of ISO 9000 certificate from principle
  • Copy of Quality manual
  • Product description, specification and manual book

Pengujian di Direktorat General Pos dan Telekomunikasi

proses1

Krisis Ketersediaan Alamat Protokol Internet versi 4 (IPv4)

IP Address merupakan salah satu sumberdaya Internet yang terbatas jumlahnya dan menjadi satu-satunya sistem pengalamatan jaringan Internet. Sistem pengalamatan ini memungkinkan komunikasi antar jaringan di dalam Internet. Sejak 1983, sistem pengalamatan yang digunakan adalah IPv4 dengan jumlah sekitar 4 milyar. IANA sebagai lembaga pengelola alamat IP, menyatakan ketersediaan alamat IP telah semakin terbatas, tinggal 700 juta alamat IP (46 kali /8). Jumlah ini sangat kritis untuk dialokasikan mengingat pertumbuhan Internet saat ini di seluruh dunia sangat cepat. Perkembangan teknologi telekomunikasi di masa depan seluruhnya akan berbasis IP sehingga membutuhkan jumlah alamat yang sangat besar. Jauh lebih banyak, berkali lipat dari ketersediaan IPv4 saat ini.

Analis senior APNIC Mr. Geoff Houston melakukan proyeksi matematis model konsumsi IP. Proyeksi tersebut menunjukkan alokasi IPv4 di tingkat IANA akan habis pada tahun 2010 dan akan disusul penyerapan pada tingkat regional pada tahun 2011. Sedangkan pada tingkat pengguna (lokal) akan habis maksimal pada tahun 2012. Model konsumsi IP hasil proyeksi Mr. Geoff Housten menunjukkan adanya percepatan penggunaan IPv4 yang sebelumnya pada tahun 2006 diperkirakan baru akan habis pada tahun 2014.

Proyeksi kebutuhan alamat IPv4 di Indonesia sampai tahun 2012 akan mencapai tingkat pertumbuhan sejalan dengan jumlah pengguna Internet yaitu mencapai 80 juta. Namun pada kenyataannya penyerapan dan pemanfaatan alokasi alamat IP masih sangat terbatas. Pada awal tahun 2008 dengan tingkat pengguna Internet akan mencapai hampir 30 juta orang, distribusi IPv4 baru mencapai jumlah 500 ribuan (setara /13). Kondisi ini sangat tidak seimbang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan infrastruktur, pengguna dan aplikasi Internet Indonesia.

Continue reading

Pemberitahuan Penghentian Penggunaan Frekuensi Radio 438-470 MHz Untuk Radio Konsesi

Ditjen Postel pada tanggal 7 Januari 2008 melalui surat yang ditanda-tangani oleh Direktur Frekuensi Radio Tulus Rahardjo telah mengirimkan surat No. 18/T/DJPT.4/KOMINFO/1/2008 kepada 70 perusahaan (yang datanya tersebut di bawah ini) yang selama ini terdaftar resmi sebagai pemegang izin penggunaan frekuensi radio 438 – 470 MHz. Surat tersebut pada intinya menyebutkan, bahwa berdasarkan surat Dirjen Postel No. 1920/DJPT.4/KOMINFO/11/2005 tertanggal 21 November 2005 perihal pemberitahuan penyesuaian peruntukan pita alokasi frekuensi radio 438-470 MHz, maka penggunaan frekuensi radio untuk keperluan umum radio konsesi pada pita frekuensi tersebut hanya berlaku sampai dengan akhir tahun 2007. Oleh karenanya, pada awal Januari 2008 ini Ditjen Postel tidak akan menerbitkan perpanjangan ISR baru pada pita frekuensi radio tersebut. Dengan demikian, seandainya sudah habis jatuh tempo berlakunya izin tersebut, maka tidak dimungkinkan lagi adanya perpanjangan.

Continue reading

Regulasi Standarisasi Telekomunikasi

Keputusan Dirjen Postel

tentang petunjuk pelaksanaan sertifikasi dan penandaan alat dan atau perangkat telekomunikasi

tentang pedoman item uji alat perangkat komunikasi radio

persyaratan teknis standar router

persyaratanteknis alat dan perangkat televisi siaran sistem analog

persyaratan teknis terminal cdma

persyaratan teknis sistem telekomunikasi bergerak sellular berbasis cdma

persyaratan teknis sentral perangkat jaringan wcdma core network

persyaratan teknis perangkat videophone pstn

persyaratan teknis perangkat telepon tanpa kabel umum

persyaratan teknis perangkat sentral telepon digital kapasitas 5000 sst

persyaratan teknis perangkat radio siaran

persyaratan teknis perangkat radio komunikasi ssb dan vhf serta uhf

persyaratan teknis perangkat amatir radio

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat untuk rectifier

penetapan persyaratan teknis perangkat pabx dan stlo isdn

penetapan persyatan teknis alat dan perangkat digital loop carrier

penetapan persyatan teknis alat dan perangkat digital loop carrier1

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat telepon selular amps

pengelompokan alat dan perangkat telekomunikasi

persyaratan teknis alat dan perangkat adsl

persyaratan teknis alat dan perangkat BWA pada frekuensi 10ghz

persyaratan teknis alat dan perangkat GSM 900MHz dan DCS1800MHz

persyaratan teknis alat dan perangkat internet telepon untuk keperluan publik

persyaratan teknis alat dan perangkat pencatat data pembicaraan telepon

persyaratan teknis alat dan perangkat microwave link

persyaratan teknis base station radio digital enhanced cordless telecommunication dect

persyaratan teknis bluetooth

persyaratan teknis perangkat amatir radio1

pedoman teknis pengetesan hasil pemasangan instalasi kabel rumah ikr

penetapan persyaratan alat dan perangkat untuk telepon selular GSM

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat PABX serta STLO analog

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat pesawat telepon analog

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi untuk pesawat kts

penetapan persyaratan teknis alat dan perangkat untuk jarlokar cdma is 95

Peraturan Dirjen Postel

persyaratan teknis alat dan perangkat cpe UMTS TDD

persyaratan teknis alat dan perangkat dengan daya pancar dibawah 10mw

persyaratan teknis alat dan perangkat digital terrestrial Lband transmitter untuk MMDS

persyaratan teknis alat dan perangkat jaringan radio berbasis UMTS-TDD

persyaratan teknis alat dan perangkat radio maritim

persyaratan teknis alat dan perangkat set top box satelit digital

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi active digital distribution frame atau active ddf

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi IVR pendukung penyelenggara jasa nilai tambah teleponi

persyaratan teknis alat dan perangkat telekomunikasi multiplex SDH

persyaratan teknis alat dan perangkat untuk interface analog perangkat pelanggan terhubung ke PSTN

petunjuk teknis penetapan balai uji dalam negeri

petunjuk teknis pengakuan balai uji negara asing dilingkup asean

regulasi standardisasi kepdirjen subscriber BWA

Indonesia Telecommunication Certificate

There are thousands of communications product made by hundreds of manufacturers aroun the word, they include everrything from standard phones to hand phones, pagers to computer modems, fax to swicthboards. The list is endless, it grows every day. Many of these products are not made for Indonesia and thus are not suitable for use here, some will not work altogether. Others may cause interference in radio communications equipment or the telecommunications network, affecting the quality of transmission and reception.

That is why certification is so important to ensure that equipment will work properly without causing interference when it’s connected to Indonesia’s network. certification also means you can choose from a wide range of products and be sure they are suitable for indonesia because they meet indonesia standars.